Pengalaman Menjadi Seorang Ayah

Saya orang yang selalu percaya dan optimis bahwa didepan selalu akan ada masalah baru dan saya sanggup menyelesaikan.

Bisa sesadar itu, bahwa saya juga sadar memiliki cita cita yang sangat tinggi.

Dalam perjalanan hidup, setiap apa yang ditemui, akan saya kembalikan kepada yang diatas.

Termasuk pada fase dimana saya menjadi seoarang ayah, semua tampak berjalan biasa biasa saja.

Tidak ada yang membuat hal dihidup saya berubah, misalnya merepotkan, atau capek atau apalah karena alasan mengurus anak.

Semua tetap berjalan seperti biasa, karena saya yakin anak itu dilahirkan juga sudah dilengkapi fasilitas pendukung, yaitu qorin nya dia yaitu yang menjaga bayi sampai ia tumbuh besar hingga mati nanti.

Saya sebagai seoarang ayah hanya memastikan bahwa

  1. Bayi tidak kelaparan
  2. Bayi tidak kedinginan
  3. Bayi tidak kepanasan
  4. Semua yang dipakai bayi harus bersih terus (pengecekan rutin 2 jam sekali) atau pas dimomong trus pipis ya langsung diganti

Kebutuhan bayi cuma itu saja, dan ini sama sekali tidak menggangu.

Kalau dibilang senang, ya saya senang, ada temen ngobrol tanpa harus dikatain orang gila.

Bisa buat mainan

Dan lain sebagainya, karena dia benda fisik dan bisa bergerak dan merespon, mau diapain aja bisa selama tidak membahayakan.

Diluar cerita itu semua, ada hal yang saya syukuri saat memiliki momongan, ini kesempatan saya masuk surganya Allah.

Hanya ada 3 amal yang akan membawa saya berdamai di alam setelah kehidupan

  1. Sodaqoh jarriyah
  2. Anak sholeh
  3. Ilmu bermanfaat

Karena kesempatan tersebut saya berjanji akan merawat anak ini sebaik baiknya.

Seperti itu pikiran sederhana saya, dan hidup ini sangat Indah.

Panuwun.com

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *